Teori Evolusi Kimia
Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa asal mula kehidupan di bumi adalah akibat dari reaksi kimia antara molekul-molekul yang terdapat di dalam samudra. Beberapa ilmuwan lain berpendapat bahwa atmosfir merupakan tempat asal mula kehidupan makhluk hidup.
1) Harold Urey (1893)
Menurut Harold Uray atmosfir bumi suatu kaya akan molekul-molekul metana, ammonia, uap air, dan karbondioksida yang berbentuk uap. Energi dari aliran listrik, halilintar, dan radiasi sinar kosmis menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk zat hidup sejenis protein. Protein adalah senyawa penting bagi kehidupan.
Zat hidup yang mula-mula terbentuk mempunyai struktur seperti virus saat ini. Zat hidup itu mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis organisme. Proses ini berlangsung selama jutaan tahun. Teori evolusi kimia ini dikenal dengan Teori Urey.
2) Stanley Miller tu
Stanley miller melakukan eksperimen dengan membuat model percobaan untuk menguji pendapat Urey.
Perangkat tersebut dipanasi selama satu minggu sampai uap bercampur dengan gas. Kemudian aliran listrik bertegangan tinggi dialirkan di antara elektroda sehingga terjadi loncatan api listrik berperan sebagai halilintar yang memberikan energi sehingga gas dan uap air bereaksi membentuk suatu zat. Setelah pendinginan, gas hasil reaksi akan mengembun. Air embun tersebut ternyata mengandung molekul organik sederhana yaitu asam amino, adenine, dan gula sedrehana seperti ribosa.
Eksperimen Miller kemudian dicoba kembali oleh beberapa ilmuwan dan hasilnya selalu sama. Bila ke dalam perangkat tersebut dimasukkan fosfat, maka akan terbentuk ATP (Adenin Triphosphat). ATP merupakan senyawa berenergi tinggi yang berkaitan dengan transfer energi dalam proses kehidupan. Pada penelitian lain dapat menghasilkan nukleotida yang merupakan senyawa penyusun DNA dan RNA.
Zat-zat tersebut merupakan komponen pembentuk protein. Protein merupakan zat penting untuk membentuk sitoplasma yang merupakan substansi dasar dari kehidupan.
Semua eksperimen di atas menunjukkan bahwa satuan-satuan kompleks di dalam system kehidupan seperti lipida, gula, asam amino, dan nukleotida dapat terbentuk dari kondisi abiotik.
rizuka no mimiko
Jumat, 02 Juli 2010
Teori Abiogenesis dan Biogenesis
Teori Abiogenesis
1. Anthoni Van Leeuwenhoek
Berpendapat bahwa mikroorganisme (benda mati) berasal dari air (benda mati).
• Percobaannya :
Dengan mikroskop ciptaannya ia melihat adanya mikroorgnisme lain (jentik-jentik nyamuk) yang di ambil dari air hujan dan rendaman jerami.
2. Needham
Berpendapat bahwa mikroorganisme (benda hidup) terjadi dari air kaldu (benda mati).
• Percobaannya :
Dengan merebus daging, kemudian air kaldu disimpan dalam keadaan terbuka. Setelah beberapa hari terlihat air kaldu menjadi keruh karena adanya mikroorganisme.
Teori Biogenesis
1 Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
• Percobaannya :
Dengan merebus daging, kemudian air kaldu dimasukkan ke dalam tabung yang sebagian tertutup rapat dan sebagian lagi terbuka.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada tabung yang tertutup tidak ditemukan mikroorganisme, sedangkan pada tabung terbuka terdapat mikroorganisme (air kaldu terlihat keruh).
• Kesimpulan :
Adanya mikroorganisme pada tabung terbuka berasal dari udara bukan berasal dari air kaldu (benda mati). Tidak adanya mikroorganisme pada tabung tertutup menunjukkan bahwa mikroorganisme bukan berasal dari air kaldu (benda mati).
2 Francesco Redi (1626-1697)
• Percobaannya :
Dengan menggunakan beberapa stoples, yaitu :
Stoples I :
Diisi dengan daging kemudian ditutup rapat-rapat sehingga tidak berhubungan dengan udara.
Setelah beberapa hari tidak ditemukan larva (benda hidup)
Stoples II :
Diisi dengan daging kemudian ditutup dengan kain kasa (dapat berhubungan dengan udara segar)
Setelah beberapa hari tidak ditemukan larva karena lalat tidak dapat masuk akibat terhalang kain kasa.
Stoples III :
Diisi dengan daging dan dibiarkan terbuka sehingga dapat berhubungan dengan udara luar.
Setelah beberapa hari ditemukan larva. Karena lalat dapat masuk.
• Kesimpulan :
Larva (suatu kehidupan) bukan berasal dari daging (benda mati) tetapi berasal dari telur lalat yang masuk dan bertelur pada daging.
3 Louis Pasteur (1822-1895)
Menggunakan labu berbentuk leher angsa (huruf S)
• Percobaannya :
Labu diisi dengan air kaldu, kemudian disterilkan dengan cara dipanaskan. Kemudian labu didinginkan selama beberapa hari, ternyata tidak ditemukan adanya mikroorganisme (air terlihat keruh).
Leher dipatahkan sehingga udara masuk dan berhubungan dengan kaldu. Ternyata dalam air kaldu terdapat adanya mikroorganisme (air terlihat keruh).
• Mikroorganisme (makhluk hidup) yang tumbuh dalam kaldu bukan berasal dari air kaldu (benda mati) tetapi berasal dari mikroorganisme yang terdapat di udara bebas.
Setelah percobaan Pasteur timbulah anggapan bahwa :
“Omne vivum ex ovo, Omne ovum ex vivo “ yang berarti kehidupan manusia berasal dari telur, dan telur berasal dari manusia.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa :
Kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup.
Makhluk yang hidup sekarang berasal dari kehidupan sebelumnya.
Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula.
1. Anthoni Van Leeuwenhoek
Berpendapat bahwa mikroorganisme (benda mati) berasal dari air (benda mati).
• Percobaannya :
Dengan mikroskop ciptaannya ia melihat adanya mikroorgnisme lain (jentik-jentik nyamuk) yang di ambil dari air hujan dan rendaman jerami.
2. Needham
Berpendapat bahwa mikroorganisme (benda hidup) terjadi dari air kaldu (benda mati).
• Percobaannya :
Dengan merebus daging, kemudian air kaldu disimpan dalam keadaan terbuka. Setelah beberapa hari terlihat air kaldu menjadi keruh karena adanya mikroorganisme.
Teori Biogenesis
1 Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
• Percobaannya :
Dengan merebus daging, kemudian air kaldu dimasukkan ke dalam tabung yang sebagian tertutup rapat dan sebagian lagi terbuka.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada tabung yang tertutup tidak ditemukan mikroorganisme, sedangkan pada tabung terbuka terdapat mikroorganisme (air kaldu terlihat keruh).
• Kesimpulan :
Adanya mikroorganisme pada tabung terbuka berasal dari udara bukan berasal dari air kaldu (benda mati). Tidak adanya mikroorganisme pada tabung tertutup menunjukkan bahwa mikroorganisme bukan berasal dari air kaldu (benda mati).
2 Francesco Redi (1626-1697)
• Percobaannya :
Dengan menggunakan beberapa stoples, yaitu :
Stoples I :
Diisi dengan daging kemudian ditutup rapat-rapat sehingga tidak berhubungan dengan udara.
Setelah beberapa hari tidak ditemukan larva (benda hidup)
Stoples II :
Diisi dengan daging kemudian ditutup dengan kain kasa (dapat berhubungan dengan udara segar)
Setelah beberapa hari tidak ditemukan larva karena lalat tidak dapat masuk akibat terhalang kain kasa.
Stoples III :
Diisi dengan daging dan dibiarkan terbuka sehingga dapat berhubungan dengan udara luar.
Setelah beberapa hari ditemukan larva. Karena lalat dapat masuk.
• Kesimpulan :
Larva (suatu kehidupan) bukan berasal dari daging (benda mati) tetapi berasal dari telur lalat yang masuk dan bertelur pada daging.
3 Louis Pasteur (1822-1895)
Menggunakan labu berbentuk leher angsa (huruf S)
• Percobaannya :
Labu diisi dengan air kaldu, kemudian disterilkan dengan cara dipanaskan. Kemudian labu didinginkan selama beberapa hari, ternyata tidak ditemukan adanya mikroorganisme (air terlihat keruh).
Leher dipatahkan sehingga udara masuk dan berhubungan dengan kaldu. Ternyata dalam air kaldu terdapat adanya mikroorganisme (air terlihat keruh).
• Mikroorganisme (makhluk hidup) yang tumbuh dalam kaldu bukan berasal dari air kaldu (benda mati) tetapi berasal dari mikroorganisme yang terdapat di udara bebas.
Setelah percobaan Pasteur timbulah anggapan bahwa :
“Omne vivum ex ovo, Omne ovum ex vivo “ yang berarti kehidupan manusia berasal dari telur, dan telur berasal dari manusia.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa :
Kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup.
Makhluk yang hidup sekarang berasal dari kehidupan sebelumnya.
Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula.
Avertebrata
1. Porifera (Hewan Berpori)
Ciri-ciri :
• Terdapat pori pada permukaan tubuh sebagai saluran air ke dalam tubuh.
• Rangka tubuh terdapat di luar yang tersusun dari duri-duri (spikula).
• Di dalam saluran air terdapat sel-sel berbulu cambuk (flagella) yang di sebut koanosit.
• Hidup di air jernih, kebanyakan hidup di laut.
Terbagi menjadi 3 kelas, yaitu :
• Calcarea, contoh : Cycon
• Hexactinelida, contoh : Euplectella
• Demospongia, contoh : Euspongia
2. Coelentera (Hewan Berongga)
Ciri-ciri :
• Tubuh berongga seperti kantung.
• Pada bagian atas terdapat mulut (ostium) yang dikelilingi oleh tentakel.
• Setiap tentakel mengandung sel-sel beracun yaitu knidoblas.
• Pada knidoblas terdapat nematokis yaitu benang berduri dan beracun.
• Bentuk tubuh terdiri dair pilop dan medusa.
• Rangka tersusun dari zat kapur.
Terdiri dari 3 kelas, yaitu :
• Hydrozoa, contoh : Hydra, Obeli, Physalia
• Scyphozoa, contoh : ubur-ubur
• Anthozoa, contoh : Acropora
3. Plathyhelminthes
Ciri-ciri :
• Tubuhnya pipih, bilateral simetris.
• Mempunyai satu lubang mulut tanpa dubur.
• Alat ekskresi berupa sel api.
• Pada umumnya bersifat parasit pada hewan dan manusia.
Terdiri atas 3 kelas :
• Turbelaria, contoh : Planaria
• Trematoda, contoh : Fasciola Hepatica (cacing hati)
• Cestoda, contoh : taenia saginata,taenia solium (cacing pita)
4. Nemathelminthes (cacing giling)
Ciri-ciri :
• Bentuk tubuh bulat panjang dengan ujung meruncing.
• Kulit licin, tertutup lapisan lilin.
• Tubuh simetris bilateral, tidak bersegmen.
• Hidup bebas.
• Bersifat parasit pada tumbuhan dan hewan.
Contoh :
• Ascaris lumbricoides (cacing perut)
• Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
• Ankylostoma doudenale (cacing tambang)
5. Annelida (cacing gelang)
Ciri-ciri :
• Dinding tubuh terdiri atas 3 lapisan (triploblastik).
• Tubuh metameri (setiap segmen memiliki organ tubuh yang tetap bergandengan dan terkoordinasi).
• Hermafrodit.
Terdiri atas 3 kelas :
• Polychaeta, contoh : Nereis, Eunice, Lycidice
• Oligochaeta, contoh : Lumbricus terestris (cacing tanah)
• Hirudinae, contoh : hirudo medicinalis (lintah)
6. Arthopoda (hewan berbuku-buku)
Ciri-ciri :
• Tubuh bersegmen, terdiri atas kepala, dada, dan perut (abdomen).
• Tubuh terbungkus rangka luar.
• Kaki berbuku-buku
• Tubuh simetris bilateral
• System pendarahan terbuka
• System saraf tangga tali
• Bermata tunggal atau majemuk
Terdiri atas 4 kelas :
• Insecta (serangga)
• Crustacea (udang-udangan, kepiting)
• Arachnida (laba-laba)
• Myriapoda (lipan)
7. Mollusca (Hewan Lunak)
Ciri-ciri :
• Tubuh lunak dan berlendir
• Tubuh terdiri atas kepalan dan perut
• Tubuh dilindungi cangkang berupa zat kapur
• Hidup di darat, air laut dan air tawar
Terdiri atas 3 kelas :
• Lamellibranchiate (kerang)
• Cephalopoda (cumi-cumi)
• Gastropoda (siput)
8. Echinodermata (Hewan Berkulit Duri)
Ciri-ciri :
• Tubuh diselimuti kerangka luar berupa zar kapur dengan duri-duri kecil
• Bergerak dengan kaki ambulakral
• Alat pernapasan berupa insang
Terdiri atas 5 kelas :
• Asteroidea, contoh : bintang laut
• Echinoidea, contoh : landak laut
• Ophiuroidea, contoh : bintang ular
• Crinoidea, contoh : lilia laut
• Holothuroidea, Contoh : teripang
Ciri-ciri :
• Terdapat pori pada permukaan tubuh sebagai saluran air ke dalam tubuh.
• Rangka tubuh terdapat di luar yang tersusun dari duri-duri (spikula).
• Di dalam saluran air terdapat sel-sel berbulu cambuk (flagella) yang di sebut koanosit.
• Hidup di air jernih, kebanyakan hidup di laut.
Terbagi menjadi 3 kelas, yaitu :
• Calcarea, contoh : Cycon
• Hexactinelida, contoh : Euplectella
• Demospongia, contoh : Euspongia
2. Coelentera (Hewan Berongga)
Ciri-ciri :
• Tubuh berongga seperti kantung.
• Pada bagian atas terdapat mulut (ostium) yang dikelilingi oleh tentakel.
• Setiap tentakel mengandung sel-sel beracun yaitu knidoblas.
• Pada knidoblas terdapat nematokis yaitu benang berduri dan beracun.
• Bentuk tubuh terdiri dair pilop dan medusa.
• Rangka tersusun dari zat kapur.
Terdiri dari 3 kelas, yaitu :
• Hydrozoa, contoh : Hydra, Obeli, Physalia
• Scyphozoa, contoh : ubur-ubur
• Anthozoa, contoh : Acropora
3. Plathyhelminthes
Ciri-ciri :
• Tubuhnya pipih, bilateral simetris.
• Mempunyai satu lubang mulut tanpa dubur.
• Alat ekskresi berupa sel api.
• Pada umumnya bersifat parasit pada hewan dan manusia.
Terdiri atas 3 kelas :
• Turbelaria, contoh : Planaria
• Trematoda, contoh : Fasciola Hepatica (cacing hati)
• Cestoda, contoh : taenia saginata,taenia solium (cacing pita)
4. Nemathelminthes (cacing giling)
Ciri-ciri :
• Bentuk tubuh bulat panjang dengan ujung meruncing.
• Kulit licin, tertutup lapisan lilin.
• Tubuh simetris bilateral, tidak bersegmen.
• Hidup bebas.
• Bersifat parasit pada tumbuhan dan hewan.
Contoh :
• Ascaris lumbricoides (cacing perut)
• Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
• Ankylostoma doudenale (cacing tambang)
5. Annelida (cacing gelang)
Ciri-ciri :
• Dinding tubuh terdiri atas 3 lapisan (triploblastik).
• Tubuh metameri (setiap segmen memiliki organ tubuh yang tetap bergandengan dan terkoordinasi).
• Hermafrodit.
Terdiri atas 3 kelas :
• Polychaeta, contoh : Nereis, Eunice, Lycidice
• Oligochaeta, contoh : Lumbricus terestris (cacing tanah)
• Hirudinae, contoh : hirudo medicinalis (lintah)
6. Arthopoda (hewan berbuku-buku)
Ciri-ciri :
• Tubuh bersegmen, terdiri atas kepala, dada, dan perut (abdomen).
• Tubuh terbungkus rangka luar.
• Kaki berbuku-buku
• Tubuh simetris bilateral
• System pendarahan terbuka
• System saraf tangga tali
• Bermata tunggal atau majemuk
Terdiri atas 4 kelas :
• Insecta (serangga)
• Crustacea (udang-udangan, kepiting)
• Arachnida (laba-laba)
• Myriapoda (lipan)
7. Mollusca (Hewan Lunak)
Ciri-ciri :
• Tubuh lunak dan berlendir
• Tubuh terdiri atas kepalan dan perut
• Tubuh dilindungi cangkang berupa zat kapur
• Hidup di darat, air laut dan air tawar
Terdiri atas 3 kelas :
• Lamellibranchiate (kerang)
• Cephalopoda (cumi-cumi)
• Gastropoda (siput)
8. Echinodermata (Hewan Berkulit Duri)
Ciri-ciri :
• Tubuh diselimuti kerangka luar berupa zar kapur dengan duri-duri kecil
• Bergerak dengan kaki ambulakral
• Alat pernapasan berupa insang
Terdiri atas 5 kelas :
• Asteroidea, contoh : bintang laut
• Echinoidea, contoh : landak laut
• Ophiuroidea, contoh : bintang ular
• Crinoidea, contoh : lilia laut
• Holothuroidea, Contoh : teripang
Kamis, 24 Juni 2010
The Beginning of Life
Epilog
Sejak zaman dahalu atau zaman Yunani Kuno, para ilmuwan telah mengkaji tentang asal mula kehidupan, namun belum seorang ilmuwan pun yang dapat memecahakannya. Banyak teori atau paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuwa tapi belum mendapat jawaban yang memuaskan.
Berikut ini beberapa teori tentang asal mula kehidupan :
Teori Abiogenesis
Teori Abiogenesis merupakan teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pertama kali berasal dari benda mati.
Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Aristoteles (384-322 SM).
Aristoteles berpendapat benda hidup (makhluk hidup) itu berasal dari benda mati. Secara umum dipercaya bahwa kehidupan dapat timbul dengan sendirinya dari benda-benda mati.
sebagai contoh :
• ikan dan katak berasal dari Lumpur.
• Cacing berasal dari tanah.
• Belatung berasal dari daging yang membusuk.
• Ulat berasal dari daging yang membusuk.
• kutu pakaian berasal dari kotak- kotak penyimpanan pakaian.
Menurut penganut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu, paham atau teori abiogenesis ini disebut juga paham generation spontaneae.
Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (Ratusan Tahun Sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17.
Pada pertengahan abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda aneh yang amat kecil. Van Leeuwenhoek mengamati air rendaman jerami, dan menemukan makhluk hidup baru yang sangat kecil (jentik-jentik). Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka.
Teori Biogenesis
Walaupun teori abiogenesis bertahan cukup lama, namun masih banyak yang meraguakan kebenaran teori tersebut. Banyak ilmuwan yang masih terus melakukan percobaan untuk membuktikan keberanan teori tersebut.
Beberapa ilmuwan yang mengadakan penilitian atau percobaan terhadap teori abiogenesis :
I. Francesco Redi ( 1626-1697)
Untuk menjawab keraguan terhadap teori abiogenesis, Fransisco Redi mengadakan sebuah percobaan menggunakan bahan 3 potong daging dan 3 toples. Percobaan Redi sebagai berikut :
• Stoples I : Diisi dengan sepotong daging dan ditutup rapat-rapat.
• Stoples II : Diisi dengan sepotong daging, dibiarkan tetap terbuka dan d tutup dengan kain kasa.
• Stoples III : Diisi dengan sepotong daging dan di biarkan tetap terbuka.
Kemudian ketiga stoples disimpan di tempat yang aman. Setelah beberapa hari keadaan daging tersebut pun diamati. Dan hasilnya sebagai berikut :
Stoples I : Daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik / larva atau belatung lalat.
Stoples II : Daging tampak membusuk, dan pada kain kasa terdapat banyak lava, dan pada daging terdapat sedikit larva.
Stoples III : Daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.
Berdasarkan percobaan diatas, Fransisco Redi berpendapat bahwa larva/jentik (makhluk hidup baru) yang terdapat pada daging yang membusuk tersebut bukan berasal dari daging yang membusuk itu (benda mati), tetapi berasal dari telur lalat yang tertinggal pada daging ketika hinggap pada daging tersebut. Ini membuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari benda hidup (makhluk hidup) lainnya bkn berasal dari benda mati.
Sejak zaman dahalu atau zaman Yunani Kuno, para ilmuwan telah mengkaji tentang asal mula kehidupan, namun belum seorang ilmuwan pun yang dapat memecahakannya. Banyak teori atau paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuwa tapi belum mendapat jawaban yang memuaskan.
Berikut ini beberapa teori tentang asal mula kehidupan :
Teori Abiogenesis
Teori Abiogenesis merupakan teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pertama kali berasal dari benda mati.
Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Aristoteles (384-322 SM).
Aristoteles berpendapat benda hidup (makhluk hidup) itu berasal dari benda mati. Secara umum dipercaya bahwa kehidupan dapat timbul dengan sendirinya dari benda-benda mati.
sebagai contoh :
• ikan dan katak berasal dari Lumpur.
• Cacing berasal dari tanah.
• Belatung berasal dari daging yang membusuk.
• Ulat berasal dari daging yang membusuk.
• kutu pakaian berasal dari kotak- kotak penyimpanan pakaian.
Menurut penganut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu, paham atau teori abiogenesis ini disebut juga paham generation spontaneae.
Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (Ratusan Tahun Sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17.
Pada pertengahan abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda aneh yang amat kecil. Van Leeuwenhoek mengamati air rendaman jerami, dan menemukan makhluk hidup baru yang sangat kecil (jentik-jentik). Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka.
Teori Biogenesis
Walaupun teori abiogenesis bertahan cukup lama, namun masih banyak yang meraguakan kebenaran teori tersebut. Banyak ilmuwan yang masih terus melakukan percobaan untuk membuktikan keberanan teori tersebut.
Beberapa ilmuwan yang mengadakan penilitian atau percobaan terhadap teori abiogenesis :
I. Francesco Redi ( 1626-1697)
Untuk menjawab keraguan terhadap teori abiogenesis, Fransisco Redi mengadakan sebuah percobaan menggunakan bahan 3 potong daging dan 3 toples. Percobaan Redi sebagai berikut :
• Stoples I : Diisi dengan sepotong daging dan ditutup rapat-rapat.
• Stoples II : Diisi dengan sepotong daging, dibiarkan tetap terbuka dan d tutup dengan kain kasa.
• Stoples III : Diisi dengan sepotong daging dan di biarkan tetap terbuka.
Kemudian ketiga stoples disimpan di tempat yang aman. Setelah beberapa hari keadaan daging tersebut pun diamati. Dan hasilnya sebagai berikut :
Stoples I : Daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik / larva atau belatung lalat.
Stoples II : Daging tampak membusuk, dan pada kain kasa terdapat banyak lava, dan pada daging terdapat sedikit larva.
Stoples III : Daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.
Berdasarkan percobaan diatas, Fransisco Redi berpendapat bahwa larva/jentik (makhluk hidup baru) yang terdapat pada daging yang membusuk tersebut bukan berasal dari daging yang membusuk itu (benda mati), tetapi berasal dari telur lalat yang tertinggal pada daging ketika hinggap pada daging tersebut. Ini membuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari benda hidup (makhluk hidup) lainnya bkn berasal dari benda mati.
Langganan:
Postingan (Atom)