Teori Evolusi Kimia
Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa asal mula kehidupan di bumi adalah akibat dari reaksi kimia antara molekul-molekul yang terdapat di dalam samudra. Beberapa ilmuwan lain berpendapat bahwa atmosfir merupakan tempat asal mula kehidupan makhluk hidup.
1) Harold Urey (1893)
Menurut Harold Uray atmosfir bumi suatu kaya akan molekul-molekul metana, ammonia, uap air, dan karbondioksida yang berbentuk uap. Energi dari aliran listrik, halilintar, dan radiasi sinar kosmis menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk zat hidup sejenis protein. Protein adalah senyawa penting bagi kehidupan.
Zat hidup yang mula-mula terbentuk mempunyai struktur seperti virus saat ini. Zat hidup itu mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis organisme. Proses ini berlangsung selama jutaan tahun. Teori evolusi kimia ini dikenal dengan Teori Urey.
2) Stanley Miller tu
Stanley miller melakukan eksperimen dengan membuat model percobaan untuk menguji pendapat Urey.
Perangkat tersebut dipanasi selama satu minggu sampai uap bercampur dengan gas. Kemudian aliran listrik bertegangan tinggi dialirkan di antara elektroda sehingga terjadi loncatan api listrik berperan sebagai halilintar yang memberikan energi sehingga gas dan uap air bereaksi membentuk suatu zat. Setelah pendinginan, gas hasil reaksi akan mengembun. Air embun tersebut ternyata mengandung molekul organik sederhana yaitu asam amino, adenine, dan gula sedrehana seperti ribosa.
Eksperimen Miller kemudian dicoba kembali oleh beberapa ilmuwan dan hasilnya selalu sama. Bila ke dalam perangkat tersebut dimasukkan fosfat, maka akan terbentuk ATP (Adenin Triphosphat). ATP merupakan senyawa berenergi tinggi yang berkaitan dengan transfer energi dalam proses kehidupan. Pada penelitian lain dapat menghasilkan nukleotida yang merupakan senyawa penyusun DNA dan RNA.
Zat-zat tersebut merupakan komponen pembentuk protein. Protein merupakan zat penting untuk membentuk sitoplasma yang merupakan substansi dasar dari kehidupan.
Semua eksperimen di atas menunjukkan bahwa satuan-satuan kompleks di dalam system kehidupan seperti lipida, gula, asam amino, dan nukleotida dapat terbentuk dari kondisi abiotik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar